10 Cerita Menarik di Balik Brand Fashion Terkenal di Dunia

0
62

Doyan belanja barang bermerek? Kami percaya sepersekian persen sahabat-sobat di luar sana PASTI gemar melakukannya. Selain bisa memuaskan ‘dahaga’, belanja barang bermerek lazimnya menciptakan kelas kita naik satu level di mata orang-orang.

Pasalnya, baik kuantitas dan kualitas barang bermerek sesuai dengan harganya yang senantiasa memiliki gugusan panjang angka nol. Biasanya orang-orang yang bisa melakukannya, cuma dari kalangan jetset saja.

Sayang, banyak orang yang berasumsi bila belanja barang bermerek senantiasa dikaitkan dengan sifat hedonisme. Sebenarnya belanja barang bermerek sah-sah saja selama kita mampu membatasi diri. Yang jadi dilema kalau kita sudah kecanduan. Ini beliau yang membuat paradigma belanja barang bermerek menjadi kegiatan negatif.

Namun tak selamanya belanja barang bermerek itu menjadi hal yang negatif kok! Sekarang banyak juga kaum sosialita yang mengganti hobi belanjanya ini menjadi salah satu investasi yang menggiurkan; tak hanya memutar uang saja, namun juga bisa merasakan koleksi modern dari sang investor.

Nah, kalau teman-sahabat mau ikutan berinvestasi seperti para sosialita di atas, kalian harus hapal juga yah sejarahnya! Bukan hanya hapal merek dan logonya saja. Malu dong jika nanti ada klien yang newbie bertanya perihal rincian merek tertentu, tetapi kita sebagai penanam modal tidak bisa menerangkannya.

Maka dari itu, kali ini kamini.id akan menjajal membuktikan beberapa rangkuman sejarah merk fashion dunia yang dijamin bisa menambah wawasan kalian! Yuk simak!

1. Louis Vuitton

Louis-Vuitton

Bila ada yang bertanya, apa merek apparels yang paling tersohor di seluruh dunia? Jawabannya pasti Louis Vuitton. Merek dagang dengan lambang LV yang menjadi signaturenya ini sudah merambah dunia fashion semenjak sekitar tahun 1854; menjadikannya merek apparels pertama yang berhasil menembus pasar fashion kelas kakap.

Baca Juga :   5 Kesalahan Saat Mencuci Pakaian yang Sering Dilakukan

Louis Vuitton sendiri ialah pria kelahiran 4 Agustus 1821 di Anchay, France. Dirinya menjadi seorang desiner bukan atas kemauannya sendiri. Sebenarnya Vuitton hanya mempunyai kemampuan dalam membuat boks kayu. Namun dikala Napoleon Bonaparte III ditahbiskan selaku Kaisar di Perancis, kemampuan Vuitton akhirnya meningkat .

Sang istri Napoleon, seorang permaisuri dari Spanyol, mengenali talenta Vuitton dalam membuat boks kayu terbaik. Ini membuat dirinya dipekerjakan sebagai pembuat boks kayu khusus pakaian pribadi bagi keluarga Napoleon.

Kesempatan ini membuat Vuitton menjadi sungguh terkenal, akibat istri Napoleon yang memperkenalkannya kepada seluruh kolega keluarganya yang hampir semua berasal dari royal family.

Setelah berhenti dari keluarga Kaisar Napoleon III, Vuitton membangun bisnisnya sendiri bersama sang istri Clemence Emilie Parriaux yang dinikahinya pada 22 April 1854. Mulai dari sini lah, usaha dengan monogram LV (lambang quatrefoils dan bunga) yang mencakup jam tangan, pakaian, sepatu, aksesoris, dsb. mulai menjamur ke seluruh dunia.

Hingga dikala ini, perusahaan LV sudah merebak ke 50 negara dengan retail shop yang menjamah angka 500 toko bertempat di spot-spot kenamaan mirip Galleria Vittorio Emanuele II di Milan, Champs-Élysées di Paris, 66 Plaza di Shangai, The Fifth Avenue di Manhattan, Plaza Senayan di Indonesia dan masih banyak yang lain.

Dengan hasil penjualan sebesar € 9.7 miliar pada tahun 2013, para peneliti saham mengamini jika pada tahun ini, LV masih tetap merajai merk fashion dunia dengan hasil pemasaran terbanyak.

2. Hermès

hermes

Merupakan rival paling besar Louis Vuitton. Merek dagang lainnya yang memegang kuasa atas dunia fashion di seluruh dunia. Rumah mode asal Paris ini mengusung tema klasik dan vintage di setiap karyanya; warna-warna terperinci juga menjadi ciri khas Hermés.

Baca Juga :   Tips Memilih Hijab Dress Style Berkualitas Terbaik

Merek yang satu ini diakui selaku satu-satunya merek fashion yang tidak ‘tersentuh’ dengan krisis ekonomi global. Pasalnya, masih banyak orang yang rela menggelontorkan uangnya untuk berbelanja produk Hermés di ketika kurs mata duit di negaranya masing-masing sedang anjlok.

Adalah Thierry Hermes, pria kelahiran tahun 1801 di Krefeld, Jerman inilah yang pertama kali menciptakan rumah mode Hermés. Uniknya, barang-barang yang beliau buat bergotong-royong bukan untuk manusia, melainkan untuk kuda; mulai dari kekang, saddle, peralatan berkuda hingga kereta barang.

Itu semua ia buat di rumah produksi miliknya di Grand Boulevards, Paris guna memenuhi ajakan para ningrat Eropa. Seiring bertambahnya usia, Thierry balasannya mewariskan apa yang beliau punya terhadap anaknya, Charles-Emille Hermes. Berangkat dari warisan inilah, Charles mulai memproduksi barang-barang selain peralatan berkuda.

Walaupun begitu, barang-barang tersebut masih ada sangkut pautnya dengan acara berkuda para darah biru, seperti tas kulit, jaket, sampai scarf. Untuk mengingat permulaan mula Hermés terbentuk, para pewaris Hermés menciptakan logo yang terbilang unik. Sebuah kuda yang sedang mempesona kereta pangeran. Logo ini yang membuatnya makin dikenal para pemaham fashion.

Akibat perkembangan dunia fashion yang signifikan. Keluarga Hermés karenanya terpengaruh untuk membuat inovasi gres. Sampai pada tahun 1970,  Hermés mulai diakui selaku brand terkemuka yang tak kalah baik dari brand kenamaan yang lain mirip Louis Vuitton.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here